Apa itu Harmonisa dan Alat Ukur Power Quality?

 

Harmonisa adalah kelipatan integer dari pada frekuensi fundamental. Pada jaringan listrik di Indonesia 50Hz adalah frekuensi fundamental atau lebih dikenal dengan harmonisa kelipatan (orde) 1. Misal untuk harmonisa dan kelipatan 3 atau disebut juga orde 3 adalah 150 Hz, begitu seterusnya untuk penghitungan kelipatan integer harmonisa listrik.

teori harmonisa

Untuk pengukuran harmonisa listrik secara detil diperlukan suatu alat khusus yaitu alat ukur power quality. Selain parameter harmonisa listrik, alat ukur power quality juga mampu mengukur dan mendeteksi dip, swell, transient,flicker, inrush current dan sebagainya.

 

alat ukur power quality

Alat Ukur Power Quality – Hioki PQ3198

 

Secara garis besar menurut bilangan kelipatannya harmonisa dibagi menjadi beberapa macam antara lain:

1. Harmonisa Integer (bulat)
Untuk jaringan listrik dengan frekuensi 50 Hz adalah frekuensi dasar dimana kelipatannya dinamakan :

2. Harmonisa Non – Integer (tidak bulat)
Kelipatan Non-Integer dari frekuensi fundamental apapun bentuk gelombang periodik disebut Inter-harmonik misalnya 2.5th => 125 Hz
pada dasar 50 Hz.

Semua jenis harmonisa diatas dapat dengan mudah kita analisa menggunakan alat ukur kualitas daya untuk mengetahui seberapa besar dampaknya terhadap instalasi kelistrikan kita baik dari segi efisiensi dan kehandalan equipment.

Mengapa kita perlu memberi perhatian lebih nilai harmonisa listrik saat melakukan pengukuran dengan alat ukur power quality? Karena Harmonisa adalah salah satu parameter yang listrik yang bersifat merusak, yang muncul disebabkan oleh beban-beban non-linier. Beban Non-Linier ini semisal charger, inverter, lampu LED, dan lainnya. Sehingga lazim disebut bahwa problem harmonisa pada kelistrikan saat ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dengan makin bervariasinya beban-beban non-linier.

Bagaimana cara melakukan pengukuran atau mendeteksi level harmonisa?
Sebagaimana telah disebutkan diatas, bahwa harmonics adalah salah satu Contoh dari permasalahan Kualitas Daya maka untuk mengukur dan mengecheck harmonisa pada system diperlukan pengukuran yang komprehensif dan mendetail sesuai dengan profil dari beban yang akan diukur.

Untuk mengetahui harmonisa diperlukan alat ukur power quality dengan spesifikasi yang dapat mengukur harmonisa sampai orde 50 lebih baik apabila mempunyai orde sampai dengan orde 100 atau High orde harmonics. Pengukuran High orde harmonics diperlukan karena pada era sekarang ini banyak teknologi peralatan/equipment yang menghasilkan sampai orde 100. Alat ukur power quality tersebut sangat direkomendasikan mempunyai akurasi kelas A dengan akurasi tegangan 0.1%. Pengukuran harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan alat ukur power quality yang handal menjadi modal untuk analisa besaran harmonisa dan dampaknya dalam satu sistem ketenagalistrikan.

Harmonisa adalah suatu komponen yang mempengaruhi nilai dari efisiensi suatu sistem kelistrikan. Batasan harmonisa tegangan menurut IEEE ada di angka 3% maksimum sedangkan untuk harmonisa arus diperlukan perhitungan terlebih dahulu namun dalam beberapa literatur ada yg menyebutkan sekitar 20%. Detail bisa dilihat dari contoh tabel berikut:

 

harmonisa standard IEEE

 
Penjelasan lebih detail tentang apa itu Harmonisa dan alat ukur kualitas daya dan bagaimana mengukur, merekam serta menganalisa harmonisa pada system instalasi listrik menggunakan Hioki Power Quality Analyzer, silahkan request Hioki E-Presentation. Hioki Indonesia Team dengan senang hati siap berdiskusi tentang aplikasi Power Quality sesuai kebutuhan di tempat Anda.

byjhn

 

Presentasi Online Hioki

 

Hioki Power Quality Analyzer PQ3198 untuk Data Center Redundansi – Pengujian Static Transfer Switch

23 Okt 2020 : HIOKI Power Quality Analyzer PQ3198 For Data Center Redundancy Static Transfer Switch Testing

Apa itu Data Center Redundansi ?

Data center adalah fasilitas fisik yang berisi jaringan komputerisasi dan sumber penyimpanan untuk mengirimkan aplikasi dan data penting tanpa gangguan. Kunci komponen termasuk router, switch, firewall, sistem penyimpanan, server, aplikasi pengiriman . [1] Adanya peran penting dari data center, sistem dirancang melebihi kapasitas minimumnya (atau disebut dengan ‘Data Center Redundansi’) untuk memastikan kelangsungan operasi bahkan jika ada kegagalan sistem.[2] Gambar 1.0 menggambarkan 4 desain redundan untuk sistem UPS yang menyediakan daya 200 kVA ke data center dan beragam mode kegagalan. Desain 2N sepenuhnya redundan dengan dua UPS independen yang dapat mendukung aplikasi IT tanpa gangguan, sekalipun salah satunya gagal.

Gambar 1.0 Sistem UPS Redundansi Data Center UPS System dan Mode Kegagalan

Pentingnya Pengujian Static Transfer Switch (STS)

Data center membutuhkan power supply tanpa gangguan untuk memastikan data support dan aplikasi yang berkelanjutan. Transfer switch berfungsi untuk mengalihkan sumber power supply dari utilitas ke daya darurat selama ada gangguan daya. Terdapat 2 tipe dari transfer switch – Static Transfer Switch (STS) dan Automatic Transfer Switch (ATS). STS lebih disukai daripada ATS pada redundansi data center karena keuntungan yang terdapat di bawah ini (Gambar 2.0).

Gambar 2.0 Keuntungan Static Transfer Switch (STS) dibandingkan Automatic Transfer Switch (ATS)

Pengalihan sumber daya yang cepat dari STS selama gangguan daya dapat mengakibatkan penurunan tegangan atau tegangan transien karena perubahan tiba-tiba pada suplai tegangan jika STS tidak beroperasi sesuai dengan peruntukannya. Kedua peristiwa tersebut terjadi dalam durasi singkat tetapi dapat merusak mesin data center, tergantung pada tingkat keparahan, durasi, besarnya, dan kemampuan peralatan untuk menahan penurunan atau peningkatan tegangan mendadak. Oleh karena itu, pengujian STS sangat penting sebagai bentuk pemeliharaan, terutama di data center yang sepenuhnya redundan.

Hioki Power Quality Analyzer PQ3198 untuk Pengujian Static Transfer Switch (STS)

Gambar 3.0 di bawah ini menunjukkan pengaturan untuk pengujian STS dalam desain 2N data center redundansi. Hioki Power Quality Analyzer PQ3198 mengukur poin-poin berikut secara bersamaan :

Poin A : Jika ada masalah saat beralih dari STS A ke STS B atau sebaliknya, Voltase Dip atau Tegangan Transien akan terdeteksi melalui PQ3198
Poin B : Jika daya hilang atau pulih sebelum STS A, titik pengukuran ini dapat mendeteksinya melalui pengukuran fasa tegangan
Poin C : Jika daya hilang atau pulih sebelum STS B, titik pengukuran ini dapat mendeteksinya melalui pengukuran fasa arus

Gambar 3.0 Titik Pengujian Static Transfer Switch (STS) dalam desain data center yang redundan

Tiga titik pengukuran memungkinkan korelasi pengalihan STS ke penurunan tegangan atau terjadinya tegangan transien. Gambar 4.0 dan Gambar 5.0 menunjukkan voltase dip dan tegangan transien yang ditangkap selama pengujian STS di data center redundan menggunakan Hioki PQ3198.

Gambar 4.0 Deteksi Voltase Dip
Gambar 5.0 Deteksi Tegangan Transien

Gambar 6.0 Analisis Dip dengan kurva ITIC menggunakan Software Hioki PQ ONE

Software Hioki PQ ONE memberikan analisis nilai tambah dari voltase dip dengan analisis kurva ITIC. Kurva ITIC berguna dalam menganalisis power quality yang masuk [4 ] – dalam hal ini, tegangan yang masuk ke peralihan daya. STS berisi penyearah untuk mengubah AC (dari UPS) ke DC untuk disimpan di kapasitor bus sebelum dikonversi ke tegangan yang diperlukan. Namun, selama insiden voltase dip atau tegangan transien, tegangan DC dapat menjadi sangat rendah atau sangat tinggi; ini dapat mempengaruhi pengoperasian beban. Gambar 6.0 menunjukkan analisis kurva ITIC menggunakan software Hioki PQ One dengan voltase dip yang diplot untuk setiap fase secara independen.

PQ3198 dilengkapi dengan fungsi HTTP Remote server yang memungkinkan pengguna untuk mengonfigurasi dan memantau instrumen dari browser. Pengambilan data jarak jauh juga mudah dengan fungsi server FTP bawaan.

Fungsi remote hanya dapat melalui router dan local data sim card yang terhubung dengan Hioki PQ3198.

Alternatif Produk Hioki untuk Pengujian STS

Hioki Memory HiCorders merupakan alternatif lain selain Power Quality Analyzer PQ3198 aplikasi yang tidak berbeda jauh. Selain memiliki kemampuan untuk mengukur voltase dip dan tegangan transien, produk ini juga memiliki beberapa kemampuan lain :
• Multi channels (hingga 32 analog channels)
• High vertical resolution (16 Bit)
• Waktu perekaman yang panjang
• Multi-modular
• Isolated channels

Di bawah ini adalah model Hioki Memory HiCorder yang sesuai dengan aplikasi :

Memory HiCorder MR8847A

Memory HiCorder MR8827

Memory HiCorder MR6000

Sistem penuh UPS redundan untuk data center tidak akan dapat beroperasi ke fungsi yang dimaksudkan kecuali Static Transfer Switches (STS) berfungsi sesuai dengan peruntukannya selama gangguan daya. Oleh karena itu, pengujian STS sangat penting untuk memastikan layanan peralatan pusat data tidak terganggu.

Info lebih lanjut terkait Hioki Power Quality Analyzer PQ3198, dapat Anda klik disini : Hioki Power Quality Analyzer PQ3198

Katalog Hioki PQ3198

(more…)
-->